
Laporan yang menjadi pembicaraan hangat di kalangan ahli dan aparat dirgantara AS ini tentu saja membuat AS risau. Sebab, bila selama ini radar hampir tak mungkin menjangkau lokasi terbang pesawat siluman, radar versi baru ini dilaporkan dapat menampilkan gerakan rinci pesawat supersonik canggih di dalam layar. Sejumlah negara yang dikabarkan berhasil mengembangkan sistem deteksi radar terbaru ini adalah Rusia dan Cina.

Lembaga intelijen militer AS yang mengkhawatirkan temuan ini, serta merta cemas pula bahwa Cina akan menjual teknologi terbaru itu kepada sejumlah lawan AS, di antaranya Irak. Selain itu, AS juga terpaksa harus menambah anggaran militer dalam jumlah yang lebih besar untuk meningkatkan kecanggihan pesawat siluman yang ada.

Padahal, untuk menghasilkan dua pesawat siluman tercanggih yang ternyata bisa dideteksi radar baru, pemerintah AS telah membelanjakan dana masing-masing sebesar US$ 40 triliun untuk US Stealth jenis bomber B2 dan US$ 6 triliun untuk US Stealth jenis F-117.(RSB/Jsi)
0 komentar:
Posting Komentar